Pengalaman Menggunakan BPJS
Selasa, 8 mei yang lalu malam hari saat kami sedang tidur si Dede Fariz (18 bulan) tiba-tiba bangun dari tidurnya sekitar jam 3 malam langsung menangis, saya dan abi nya langsung bingung, kenapa si Dede nangis, owh...saya pikir mungkin si Dede nya sakit perut masuk angin, karena pada saat itu perut nya kembung, lantas saya beri minyak kayu putih saja, si Dede gelisah sampai jam 5 subuh baru mau tidur lagi, setelah itu bangun lagi sambil nangis dan nunjuk-nunjuk mau ke WC, saya bawa lah ke WC pikir saya mau pipis, ternyata iya mau pipis, tapi kesakitan saya bingung tiap mau pipis pasti nangis, saya langsung telpon bidan yang biasa nanganin Fariz, janjian jam 9, di beri obat kembung, dan obat antibiotik untuk sakit saat pipis nya Fariz, kata bidan mungkin itu bakteri terus infeksi, 2 hari minum obat itu terus tidak ada perubahan, bingung saya, sore Kamis 10 Mei saya bawa ke dokter, kata nya ini infeksi, diberilah antibiotik lagi, dokter pun tanya ke saya, pada saat Fariz pipis apakah penis nya menggelembung, saya jawab tidak, karena pada saat itu saya tidak memperhatikan Fariz pipis, pulang dari dokter, dirumah Fariz mau pipis eh ternyata penis nya menggelembung dan kesakitan, terus nangis-nangis, terus sudah diminum obat dari dokter 1 hari tidak ada perubahan, Jumat 11 mei malam kami sudah mau tidur si Dede Fariz sudah tidur duluan tiba-tiba bangun dan menangis histeris kesakitan karena mau pipis, kami langsung ambil tindakan untuk membawa kerumah sakit, jam 11 malam kami bawa sampai di IGD rumah sakit Fariz diperiksa, dan ditanya keluhannya dan di saran kan untuk rawat inap padahal bisa saja tidak rawat inap tapi besok kembali lagi untuk periksa dengan dokter, pikir saya lebih baik rawat inap dari pada harus bolak balik lagi, fariz pun dipasang infus, besok nya Dokter pun datang ke ruang perawatan Fariz dan saya mencoba menjelaskan keluhan yang dialami fariz yang area penisnya sakit dan memang yang saya lihat kondisinya agak bengkak. Lalu dokter menerangkan bahwa yang dialami fariz adalah fimosis. Jadi fimosis itu apa? Fimosis ini merupakan kondisi dimana kulup penis melekat pada kepala penis dan menutup lubang penis. Akibatnya jadi susah pipis. Penyebabnya umumnya karena bawaan lahir, Penyebab lainnya bisa karena peradangan yg disebabkan infeksi, trauma benturan. pada saat itu dokter menyarankan untuk di sirkumsisi atau disunat itulah solusinya, kemudian Fariz disuruh pulang dulu dan mengatur jadwal untuk di sirkumsisi atau disunat, dokter pun memberi resep untuk obat dirumah Abi nya pun langsung menebus obat, perawat pun melepas selang infus.
Sabtu 12 Mei kami pulang kerumah
Perawat mengintruksikan saya untuk menggendong Fariz dan masuk ke ruangan operasi. berusaha ikhlas karena apa yang kita punya di dunia ini sesungguhnya hanya “titipan” dari Allah. Saat saya merebahkan Fariz di kamar operasi dia menangis sambil ngamuk-ngamuk dan teriak-teriak saat itu juga dokter memasukan obat bius langsung fariz tertidur dan saya dipersilahkan keluar untuk menunggu di ruang recovery atau ruang tunggu keluarga.
Alhamdulillah selang 1 jam kami bisa berkumpul kembali di ruang perawatan. Abi nya pun bertanya kepada perawat yang jaga apakah Fariz bisa pulang sore, ternyata tidak bisa karena ada suntikan obat yg harus dijalani, ya sudah menginap lagi kami, besok hari nya 16 Mei kami minta mau pulang, ternyata harus nunggu dokter dulu, sampai siang ga datang dokternya, ternyata dokternya rapat, ga bisa ke ruangan, kami sudah bosan, baju-baju kami sudah di titip ke kakek nya, karna kami antusias untuk pulang, dari pagi sampai sore saya gelisah mau pulang, saya ga makan, Abi nya bolak balik nanya ke perawatnya, kata perawatnya kami coba SMS tapi lama ga dibalas, tunggu resep dari dokter buat dirumah, si Fariz sudah mulai rewel mungkin sudah merasa sedikit perih, saya sempat nangis karena ga ada kepastian bisa pulang atau ga, akhirnya sore perawat datang memberi resep dan langsung Abi nya Fariz tebus ke apotik, Alhamdulillah selang infus di lepas, akhirnya bisa pulang sore itu, kami takut kalo kehujanan dijalan soalnya kami cuma pakai kendaraan bermotor aja. Alhamdulillah...sampai dirumah saya cari informasi di google tentang biaya yang dikeluarkan untuk operasi sirkumsisi, saya terkejut biaya untuk operasi sirkumsisi beserta kamar rawat inap, jasa dokter, pemakaian kamar operasi sebesar Rp 7.500.000. ga kebayang kalo harus bayar segitu banyak nya, Alhamdulillah kemarin pakai jasa BPJS kalo umum mungkin ga ada uang kami, tapi demi anak apapun dilakukan.
Pasca fariz disirkumsisi atau disunat mungkin bayak teman-teman yang mempertanyakan kenapa gak diobservasi dulu kan anak nya masih kecil dan lainnya. Yang saya pikirkan adalah semakin saya menunda tindakan sirkumsisi ini semakin membuat Fariz sulit pipis yang nantinya akan menimbulkan penyakit lain seperti infeksi saluran kemih. Menurut saya semakin cepat ditangani akan semakin baik.
Hari Sabtu 19 Mei Fariz harus kontrol lagi.
Inilah serangkaian cerita dan pengalaman dari kami.
0 Response to "Pengalaman Menggunakan BPJS"
Post a Comment